16 Juli 2026 - 21:37
Ulama Bahrain Menuntut Pembebasan Segera Para Rohaniwan yang Ditahan

Ulama Bahrain sekali lagi menuntut pembebasan seluruh tahanan dan menyatakan bahwa pemerintah Bahrain bertanggung jawab atas segala kemungkinan bahaya fisik maupun psikologis yang menimpa para rohaniwan tersebut selama masa penahanan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — sejumlah ulama Bahrain mengeluarkan pernyataan yang menyebut pemerintah negara itu bertanggung jawab penuh atas keselamatan para rohaniwan yang ditahan. Mereka menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat bagi para rohaniwan tersebut, pencabutan seluruh tuduhan palsu, serta penghentian penyiksaan, penghinaan, dan pembatasan yang diberlakukan terhadap mereka.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa gelombang penangkapan para rohaniwan Syiah merupakan upaya untuk menargetkan otoritas keagamaan dan mengosongkan ruang publik dari suara ilmu dan fatwa. Langkah tersebut juga dinilai sebagai bagian dari proses yang terorganisir untuk melemahkan kehadiran kaum Syiah di Bahrain.

Ulama Bahrain juga menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan mengenai penyiksaan fisik dan psikologis terhadap sebagian rohaniwan yang ditahan. Menurut mereka, para tahanan tersebut ditekan agar menandatangani pengakuan dan berita acara, serta menghadapi berbagai ancaman, termasuk pencabutan kewarganegaraan, perampasan hak-hak hukum, dan penghinaan terhadap keyakinan serta mazhab mereka.

Dalam lanjutan pernyataan itu ditegaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi, penjaga syariat, dan pembawa agama. Karena itu, menargetkan mereka berarti menargetkan keyakinan dan identitas umat Islam. Atas dasar ini, masalah penahanan para rohaniwan tersebut tidak akan dilupakan.

Ulama Bahrain menyebut tindakan-tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berkeyakinan dan martabat manusia. Mereka mengecam tindakan tersebut dan sekali lagi menuntut pembebasan seluruh tahanan. Mereka juga menyatakan bahwa pemerintah Bahrain bertanggung jawab atas segala kemungkinan bahaya fisik maupun psikologis yang menimpa para rohaniwan itu selama masa penahanan.

Di akhir pernyataan ditegaskan bahwa tekanan terhadap ulama justru akan meningkatkan iman dan komitmen kaum mukmin terhadap agama. Ilmu dan fikih tidak dapat dibungkam dengan ancaman, penahanan, atau penindasan.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha